oleh

Takbir Keliling di Malam Lebaran Tak Diperbolehkan di Luwu Utara

Luwu Utara, INPUTSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melarang kegiatan takbir keliling pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H. Larangan itu dikeluarkan lantaran takbir keliling berpotensi menimbulkan kerumunan.

Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur menegaskan larangan takbir keliling akan dituangkan melalui Surat Edaran. Dmana takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid atau musholla.

“Kita tidak perkenankan, karena akan berpotensi menimbulkan kerumunanan dan menularkan covid. Tapi jangan sampai mengurangi makna dari takbiran maka kita gaungkan di semua masjid bunyikan saja sekeras-kerasnya hingga seluruh Luwu Utara terdengar,” tegas Suaib Mansur dalam rapat kesiapan jelang Idul Fitri.

Untuk pengawasan pemerintah akan libatkan aparat keamanan dalam hal ini TNI POLRI. Adapun penindakannya akan diserahkan ke pihak keamanan.

“Nanti pihak kepolisian yang tertibkan kalau ternyata di lapangan ditemukan ada yang takbir keliling atau konvoi. Tentunya sebelumya akan dilakukan pendekatan makanya kita sosialisasikan larangan itu dari sekarang,” tambahnya.

Sementara untuk pelaksanaan salat Idul Fitri, Pemerintah memperbolehkan dilakukan di lapangan terbuka dan masjid itupun dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Kita perbolehkan karena edaran Kemenag membolehkan di lapangan terbuka jadi pilihannya memperbanyak lapangan-lapangan atau tempat sholat yang akan kita gunakan, sehingga tidak terjadi kerumunan,” lanjut Suaib.

Selain itu, imbauan juga ditujukan kepada penceramah salat Id agar secara proporsional waktunya diperhitungkan tidak terlalu lama.

“Tapi tujuannya harus tersampaikan, jangan sampai karna dibatasi masyarakat tidak dapat apa-apa, jangan sampai mengurangi khidmat khutbah,” tutup Suaib.

Diketahui kebijakan tersebut dicanangkan pemerintah sebagai usaha menekan penularan Covid-19. Tujuannya, agar Indonesia bisa segera bebas dari ancaman pandemi. (IP)

Komentar