oleh

Sigap! BPBD Luwu Utara “Evakuasi” 13 Warga Terdampak Banjir

Luwu Utara,INPUTSULSEL.COM  — Sebanyak 13 warga terdampak banjir berhasil dievakuasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Senin (26/4/2021). Kondisi 13 warga terdampak adalah 3 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 5 orang mengalami luka ringan. Para korban langsung mendapat penanganan intensif dari TRC dibantu SAR, PMI, Tenaga Kesehatan, Pramuka Peduli dan warga setempat yang berhasil selamat dari terjangan banjir yang terjadi pada pukul 01.00 wita dinihari.

Pada Senin 26 April 2021, sejak dini hari sebagian wilayah diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak pagi, sehingga menyebabkan terjadinya banjir. Sebelumnya, BMKG memberikan informasi melalui pesan telpon (bunyi HP) kepada BPBD tentang kondisi cuaca dan potensi terjadinya banjir. BPBD yang mendapatkan informasi cuaca dari BMKG langsung menindaklanjutinya dengan menginstruksikan kepada semua pihak terkait untuk siaga dengan potensi banjir yang mungkin terjadinya.

Pada pukul 01.00 wita dini hari, apa yang dikhawatirkan terjadi. Banjir bandang yang disertai material lumpur dan sampah mulai datang dengan arus yang sangat kuat. Dalam waktu yang cukup singkat, air sudah mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Warga yang tidak menyangka datangnya banjir yang begitu cepat menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, kuatnya arus, membuat sebagian warga tak berani melaluinya. Akhirnya, 13 warga menjadi korban bencana yang datang terduga tersebut.

Camat langsung melaporkan kondisi terkini pascabanjir bandang kepada Bupati, kemudian Bupati langsung memerintahkan Kalaksa BPBD agar segera menerjunkan tim  ke lokasi kejadian. Selanjutnya, atas perintah Bupati, Kalaksa BPBD langsung memanggil dan menginstruksikan kepada Korlap agar segera mengumpulkan seluruh anggota TRC BPBD menuju lokasi untuk melakukan evakuasi kepada warga terdampak bersama tim lainnya yang juga diturunkan.  Alhasil, warga lainnya berhasil dievakuasi.

Kejadian di atas hanya sebuah simulasi bencana yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Luwu Utara dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang kali ini mengambil tema “Siap untuk Selamat”, dengan sub tema, “Latihan Membuat Kita Selamat dari Bencana”. Simulasi digelar di Desa Kamiri Kecamatan Masamba pukul 16.00 wita selama satu jam. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, turut hadir memberikan motivasi kepada seluruh peserta simulasi yang terlibat sekira 100 orang yang berasal dari TRC dan ASN BPBD Luwu Utara. Meski di tengah bulan Ramadan, simulasi berlangsung lancar.

Bupati Indah Putri Indriani dalam arahannya mengatakan, potensi bencana di Indonesia cukup tinggi. Dalam kurun waktu belakangan ini, telah terjadi bencana alam, temasuk bencana non alam pandemi COVID-19. Untuk itu, ia berharap ada dari sisi kesiapsiagaan harus disiapkan upaya-upaya yang dapat meningkatkan kapasitas TRC-BPBD yang lebih tangguh dalam menghadapi kemungkinan risiko bencana. “Arahan Presiden beberapa waktu lalu adalah segera lakukan simulasi bencana secara rutin di daerah yang rawan bencana, dan apa yang kita lakukan hari ini adalah sebagai implementasi dari arahan bapak Presiden di momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2021,” kata Indah.

Sebelum simulasi, Bupati Luwu Utara dua periode ini menitip lima pesan kunci HKB kepada peserta simulasi. Kelima pesan itu adalah kenali bahayanya, kurangi risikonya, ketahui tempat eavakuasinya, latihan bersama keluarga, dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. “Mari kita wujudkan Luwu Utara menjadi daerah yang indah, aman, sejahtera dan tangguh. Mari bergandengan tangan dan bersama-sama menegaskan, kenali ancamannya, siap untuk selamat, salam tangguh!,” pungkas Indah.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar, menyebutkan bahwa tujuan simulasi adalah untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan. “Simulasi ini juga kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menuju Luwu Utara  yang tangguh bencana. Tentu dengan harapan, terbangunnya kesadaran dan kewaspadaan bencana di tingkat keluarga,” jelas Muslim. Ia juga berharap, setiap keluarga dapat pula mengedukasi anggota keluarga lainnya, lingkungan dan anggota masyarakat lainnya agar dapat berkontribusi dalam peningkatan kesiapsiagaan bencana di tengan pandemi COVID-19. “Sebelumnya, kita juga membunyikan tanda kentongan dan sirine secara serentak tepat pada pukul 10.00 wita pagi tadi sebagai tanda dimulainya kegiatan kesiapsiagaan bencana dalam rangka HKB Tahu 2021 ini,” tandasnya. (rls)

Komentar