oleh

Siap-siap! DPMPTSP Luwu Utara Dorong Investor Gandeng UMKM 

Luwu Utara, INPUTSULSEL.COM – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki andil cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Luwu Utara mendorong investor agar menggandeng UMKM jika ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Luwu Utara.

Kepala DPMPTSP Luwu Utara, Ahmad Yani mengatakan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah melakukan penandatanganan kerjasama.

“Jadi kalau mau berinvestasi diharapkan ada kerjasama dengan UMKM di wilayah setempat. Apalagi, UMKM mampu bertahan di tengah kondisi krisis seperti saat ini. Tapi MoU itu baru dilakukan di tingkat pusat dan pemerintah provinsi,” kata Ahmad, Rabu (31/3/2021), kemarin.

Sedangkan di tingkat kota, lanjut Ahmad, pihaknya akan melakukan kerjasama antara DPMPTSP dengan Dinas Koperasi dan UKM. Sehingga, setiap investasi yang masuk bisa membantu UMKM yang ada di Kabupaten Luwu Utara.

“Investasi yang masuk, misalnya di bidang kuliner nah diikutkan lah UMKM disitu. Kira-kira apa yang dibantukan, sekarang ada 50 UMKM yang sudah kiat buat profilnya bahkan ke depan akan dibuatkan katalognya ini untuk mempermudah investor memahami UMKM kita,” tutur dia.

Menurut Ahmad, investor diharapkan tidak hanya menanamkan modalnya di perusahaan besar. Pengembangan UMKM melalui investor juga perlu ditingkatkan sehingga dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Bagaimana Luwu Utara yang kaya akan potensi tidak menjadi lahan tidur sehingga kami terus mendorong agar investor mau berinvestasi, harus selalu ada kerjasama dengan UMKM. Jadi, mereka bisa membantu UMKM kita,” papar Ahmad.

Sebelumnya, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani berpesan bahwa pertumbuhan ekononi yang baik harus dibarengi dengan pertumbuhan pemerataan ekonomi.

Karena itu, dia meminta kepada Pimpinan PD untuk melibatkan UMKM jika ada investor yang ingin menanam saham di Luwu Utara. Apalagi, kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sebagian besar disuplai dari pelaku UMKM.

“UMKM telah memainkan perannya untuk mengeluarkan Indonesia dari krisis ekonomi pada 1998. Sekarang tugas kita bagaimana agar UMKM ini bisa hidup,” terang Indah. (IP)

Komentar