oleh

Paslon BISA Dapat Apresiasi Kemendagri, Jubir; Kita Harus Jadi Prototipe yang Baik

LUWU UTARA, INPUTSULSEL.com–Juru Bicara (Jubir) pasangan calon bupati dan wakil bupati Indah Putri Indriani – Suaib Mansur, Hikmawan Pasalo, menanggapi apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.

“Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Indah Putri Indriani dan Suaib Mansur menjadi Prototipe yang baik bukan saja bagi 12 Kabupaten/Kota di Sulsel, namun juga di 270 Daerah se-Indonesia yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020” ujar Hikmawan Pasalo, Senin (7/09/20)

Sebelumnya, Surat terbuka Tim BISA akronim dari Indah-Suaib kandidat petahana itu mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri karena Surat Terbuka meminta pendukungnya tak melakukan konvoi atau arak-arakan.

Dilansir dari detik.com, hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, mengatakan langkah tim pemenangan Bapaslon Indah-Suaib menjadi contoh positif yang layak diapresiasi.

“Ini adalah contoh paslon yang positif dan antisipatif dalam mendukung protokol kesehatan COVID-19 dalam proses Pilkada. Contoh-contoh baik seperti ini harus kita dorong,” kata Kastorius Sinaga, dalam keterangan, Minggu (6/09/2020).

Presiden Joko Widodo juga memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan kepolisian bersikap tegas pada penerapan protokol kesehatan di tengah gelaran pemilihan kepala daerah serentak 2020. Jokowi tak ingin pelaksanaan pilkada menimbulkan klaster penularan virus corona (Covid-19).

”Saya minta pak Mendagri, urusan yang berkaitan dengan klaster pilkada ini betul-betul ditegasi. Diberikan ketegasan betul. Polri juga diberikan ketegasan mengenai ini, aturan main di pilkada karena di PKPU-nya sudah jelas sekali,” ujar Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021 melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/09/20).

Hikmawan Pasalo mengatakan bahwa sejak Awal Kandidat Bakal Calon kami dan Tim Pemenangan BISA jauh hari sebelumnya telah menetapkan sikap bahwa selain Rasa Empati terhadap masyarakat korban bencana banjir bandang Luwu Utara dan juga bahwa penyebaran wabah Covid-19 belum selesai maka pihaknya ingin Meredam Euphoria Berlebih serta tetap melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Kalau kita mau adu-aduan pengerahan Massa, ini pendapat pribadi saya ya, Petahana itulah yang paling Potensial dalam pengerahan massa yang berlebih. Ya kalau kemudian kami mau meluapkan Euphoria Berlebihan itu. Tapi kan sekarang ini, saudara-saudara kami masih diselimuti duka pasca bencana, dan juga wabah covid belum selesai. Bagaimana mungkin kami harus melakukan cara-cara tidak tepat seperti itu” kata Hikmawan Pasalo. (*)

Komentar