oleh

Hoax Warga Tulak Tallu Lutra yang Diduga Corona, TTG Dinkes: Hanya Demam Biasa

LUWU UTARA, INPUTSULSEL.com— Viralnya isu diduga salah satu warga Desa Tulak tallu Kecamatan Sabbang terinfeksi virus Corona, di Media sosial Facebook. Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Luwu Utara Dibantu tim Kesehatan Puskesmas Sabbang, langsung merespon isu tersebut dengan melakukan kunjungan ke Desa Tulak Tallu, Selasa (17/03/2020) tadi.

Tim TGC Dinas Kesehatan yang berkunjung ke Desa Tulak Tallu tersebut sebanyak 4 orang, dan langsung mendatangi rumah warga berinisial (JM), yang diduga terinfeksi virus Corona.

“Kami Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan (TGC) sudah berkunjung ke rumah JM di Tulak Tallu dan didampingi Pak Desa Tulak Tallu. Info yang kami dapatkan dari ibunya, JM memang sempat berkunjung ke Afrika mencari keberadaan ayahnya 5 bulan lalu. JM brada di Afrika selama 4 bulan dan  kembali ke Indonesia pada 10 Februari 2020. Sepulang dari Afrika tanggal 10 Februari 2020, pada tanggal 15 Maret 2020 JM mengalami demam biasa, kemudian dibawa keluarga ke Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba untuk mendapatkan perawat. Senin tanggal 16 Keadaan Umum JM membaik dan  keluarga minta untuk pulang ke rumah. Saat ini JM berada di kediamannya di Desa Tulak Tallu untuk pemulihan. Diagnosa awal dokter Febris Pro Evaluasi dengan keluhan demam dan nyeri kepala. Jadi tidak benar isu kalau JM terinfeksi virus Corona dan sudah di rujuk ke Makassar,” terang Tim TGC Dinas Kesehatan Luwu Utara Harmiyanti, yang juga kepala Seksi P2 PTM Dinas Kesehatan ini.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sabbang, Jamaluddin yang turut hadir dalam kunjungan itu mengatakan, pihaknya sudah bicara langsung dengan penderita, ditambah dengan info dari orang tuanya bahwa waktu di Afrika ada riwayat malaria sehingga disaranankan untuk pulang berobat.

“Kami menyarankan agar dibawa ke puskemas untuk lakukan pemeriksaan tapi pasien menolak dengan alasan sudah membaik di banding sbelumnya. Kami juga sudah menyarankan ke orang tuanya agar menyampaikan ke bidan desa jika ada keluhan dari anaknya. Dengan tidak memikirkan persoalan biaya pengobatan,” tuturnya.

Selain itu kata Jamaluddin, pihaknya menyarankan ke bidan desa agar dipantau dan dampingi ke Puskesmas jika harus.

“Kami sudah berkoordinasi dengan  pemerintah setempat dalam hal ini ketemu langsung kepala desa untuk membantu dalam pemantauan dan dukungan jika keluarga pasien membutuhkan pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya. (AG)

Komentar