oleh

CPNS Berpotensi Tidak Lulus Latsar, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM Luwu Utara

-Berita Utama-6.390 views

Luwu Utara, INPUTSULSEL.COM — Rancangan aktualisasi CPNS Luwu Utara diminta tak sekadar tulisan di atas kertas.

Hal itu ditekankan Kepala BKPSDM, Nursalim Ramli usai menjadi penguji pada Seminar Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar), 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan I Formasi 2019, Sabtu (20/3/2021), di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Makassar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Rancangan aktualisasi ini kalau saya sebut indikatornya harus 3 T; yakni terukur, terlihat, dan terasa atau bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadi tidak sekadar ditulis di atas kertas, tapi harus implementatif sehingga saya memberi masukan kepada mereka, jika ada hal yang terasa sulit dimplementasikan, maka baiknya disederhanakan saja. Rancangan ini juga harus bisa menjawab tantangan pandemi saat ini,” kata Nursalim.

Sementara itu, soal lulus / tidak lulus Latsar CPNS, Nursalim membeberkan, prinsip dasar latsar adalah pembentukan karakter.

“Tapi yang juga menentukan adalah hasil seminar akhir, apakah rancangan awal bisa diimplentasikan dengan baik, harus ada pembuktian yang jelas dengan waktu yang singkat. Namun yang utama prinsip dasar latsar adalah pembentukan karakter, jadi sepanjang mereka mengikuti seluruh tahapan kemudian sikap/perilakunya bagus selama mengikuti pelatihan bagus saya kira tidak ada problem,” terangnya.

Ketika peserta latsar tidak lulus, maka penyelenggara dalam hal ini PPSDM akan mengeluarkan rekomendasi.

“Aturan yang ada cuma satu tahun, jika ada yang tidak lulus, kita minta pertimbangan ke BKN. Kalau tidak lulus dalam masa percobaan tersebut, seharusnya tidak bisa diangkat jadi CPNS. Jika lewat dari satu tahun kita ajukan ke BKN Pusat untuk ditelaah dan dianalisis apakah masih bisa diberi kesempatan untuk mengikuti latsar atau tidak. Tapi saya optimis kepada seluruh peserta latsar kali ini, karena mereka adalah anak-anak muda/ milenial yang cirinya dekat dengan IT, dekat dengan ilmu pengetahuan, dan dekat dengan inovasi,” kunci Nursalim. (Rn)

Komentar