Warga Baloli Desa Baebunta Protes Penggunaan Jalan Oleh Perusahaan Pemecah Batu

Senin , 04 November 2019 12:34

MASAMBA, INPUTSULSEL.com — Warga Dusun Baloli Desa Baebunta Kecamatan Baebunta Luwu Utara, keberatan atas penggunaan jalan tani oleh perusahaan pabrik batu pecah PT Hikmat Gemilang Konstruksi.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalan tani perkebunan kelapa sawit, lebar sebelumnya hanya berkisar 4 meter. Namun kini jalan tersebut telah diperlebar oleh perusahaan hingga 6 meter lebih.

Hal itu diungkapkan, Hudayati yang merupakan salah satu pemilik lahan. Menurutnya, sebagian lahan kebun sawit miliknya telah diambil sebagian oleh perusahaan tanpa ada konfirmasi.

“Itu jalan sudah dijadikan jalan utama mereka (perusahaan). Sebagian tanahku telah diambil jadi jalan. Tidak ada juga ganti rugi, apalagi namanya ganti untung,” kata Hudayati, Jum’at (1/11/2019) lalu.

“Tidak pernah juga mereka minta izin ke semua pemilik lahan,” tambah Hudayati.

Selain itu kata Hudayati, sewaktu melakukan protes, pihak perusahaan pernah mendatangi rumahnya untuk kontrak penggunaan jalan, sambil menunggu akan membuat jalan baru.

“Ada konsultannya dulu datang. Katanya mau dia beli itu lahan. Tapi waktu itu saya tidak mau. Kemudian dia mau kontrak, tapi hingga sekarang, sudah empat tahun tidak datang-datang,” jelasnya.

Saat wartawan inikata.com mengkonfirmasi kepada pihak perusahaan, berkilah bahwa yang digunakan itu adalah jalan umum.

“Itu ada izinnya, jalan itu merupakan jalan umum. Kalau masalah ijin jalan itu silahkan konfirmasi ke kepala desa,” ucapnya.

Diketahui, jalan tersebut pertama kali dibangun oleh perusahaan sawit, untuk dijadikan jalan tani. Namun kini tanaman sawit sudah tidak produktif. Hingga kini telah digunakan jalan utama perusahaan pabrik pemecah batu. (rz)

Komentar