Bisnis Story Anak Kampung “Om Caco” Hingga Pulau Dewata

Selasa , 09 Juli 2019 19:27

INPUTSULSEL.com — Saya teringat pertama kali mengenal pengusaha muda ini. Saat acara seminar kewirausahaan yang digelar oleh Hipmi Luwu Utara di Hotel Remaja Masamba. Mungkin sekitar lima tahun silam.

Dia kebetulan datang bersama ayahnya. Pada saat itu ayahnya adalah salah seorang narasumber tentang wirausaha muda. Ayahnya di Luwu Utara memang telah banyak dikenal sebagai pelatih usaha mikro.

Sehingga untuk kelas Luwu Utara sudah terbilang sukses dalam mengembangkan usaha mikro. Misalnya usaha rumah tangga pembuatan kerupuk. Semua dilatih di LPTTG Malindo.

Disaat materi berlangsung ayahnya sempat memperkenalkan pengusaha muda ini. Dia adalah Rikardi Sakaruddin. Dimana saat itu ayahnya menyebutkan bahwa anaknya ini banyak mewarisi bakat bisnisnya. Sejak kecil dianggapnya telah belajar.

Mulai dari masa sekolah hingga duduk dibangku kuliah telah memulai usaha kecil. Seperti menjual es masa sekolah. Dan pada masa kuliah jualan makanan di kampus.

Saya sempat meragukan hal itu. Bahkan saya sempat bertanya sebagai salah seorang peserta seminar. Saya sempat menyanggah pernyataan dan story yang dipaparkan oleh narasumber Sakaruddin.

Waktu itu saya menyampaikan, adik Rikardi ini kebetulan saja anak dari seorang yang telah sukses bisnis. Ada warisan dari ayahnya. Ada modal besar yang juga diwariskan. Jadi bisa saja hanya sekedar mengikuti keinginan ayahnya.

Keraguan itu menjadi alasan disaat melihat ada banyak anak pengusaha, belum tentu mewarisi kemampuan ayahnya. Tapi malah sebaliknya. Justeru menghabiskan harta orang tua.

Namun ternyata keraguanku terhadapnya salah. Seiring dengan waktu, Rikardi justeru mampu melampaui kemampuan ayahnya. Dia telah sukses memproduksi makanan ringan atau snack. Yang dipasok hingga ke Jawa.

Snack itu adalah “Kabilasa”. Diproduksi di Desa Salulemo Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Yah tempatnya masih terbilang kampung. Sedikit agak jauh kedalam meninggalkan ibukota kabupaten Luwu Utara.

Usai sukses membangun brand snack Kabilasa, selanjutnya membangun sendiri bisnis mirip waralaba Kentucky Fried chicken. Dia beri nama OC FC. Om Caco Fried Chicken. Namun tetap membawa brand besar warisan keluarga Malindo Area.

Kalau tidak salah, telah dibangun beberapa outlet OC FC di Luwu Utara. Juga di Palu Sulawesi Tengah.

Usai dilanda duka mendalam saat Ibundanya tercinta menjadi salah seorang korban gempa lukuivaksi Palu Sulawesi Tengah. Rikardi sepertinya sedikit kurang bersemangat. Terlebih disaat itu dia adalah seorang calon legislatif.

Dia benar gagal mencoba peruntukan di dunia politik. Walau saat melihat upaya yang dilakukan terbilang mantap. Tapi mungkin memang Tuhan belum menunjukkan arah di dunia politik.

Namun belum lama ini saya kembali mendengar kabar melalui media sosial Rikardi yang akrab disapa “Om Caco” kini sedang berada di pulau dewata Bali.

Di Bali dia sedang merintis usaha baru. Berani memasuki daerah yang justeru kompetitor sangat banyak. Bahkan kompetitor kelas berat. Tapi itulah kepiawaian seorang Rikardi. Kini benar-benar telah membuka usaha di Bali.

Sesuai hasil kongkow dengan temannya, insya Allah untuk usaha di Bali dia pakai brand “Meyuk!” eat & snack. Jadi terbagi ke dua rencana meyuk eat serta meyuk snack.

Soal pemberian nama itu saya belum sempat mengorek informasi kepada si empunya. Pastinya ada makna dibalik nama itu.

Meyuk baru dimulai. Semoga mendapat tempat dihati orang yang sedang berada di Bali. Sebab usaha ini baru seumur jagung. Belum bisa cerita banyak.

Tapi yang pasti, Rikardi Sakaruddin, adalah pengusaha muda dari kampung. Dari desa Salulemo berani menyebrangi lautan. Hingga ke pulau dewata dengan bisnis barunya. Ditengah arus kuat kompetitor.

Penulis : Rizal Muthahhari

Komentar