Diduga Ada Pelanggaran di TPS 7 Desa Terpedo Jaya, Pemilar Sabbang Desak Bawaslu

Jumat , 03 Mei 2019 14:08

SABBANG, INPUTSULSEL.com — Berkaitan dengan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di tps 07 dusun Rambakulu desa Terpedo Jaya kecamatan Sabbang Selatan. Sekretaris pemilar komisariat Sabbang Yogi yang melaporkan persoalan ini ke Bawaslu Kabupaten Luwu Utara kembali mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Seperti diketahui pada muatan press release media sebelumnya bahwa di Tps 07 tersebut KPPS telah diduga melakukan kecurangan Pemilu, dimana diduga terjadi manipulasi suara.

Menurut Yogi, Hal itu terkuak ketika Rekap di Tingkat Kecamatan dimana saat itu ketika berkas C1 yang memunculkan indikasi tersebut. Di lampiran C1 tertulis jumlah DPT di tps tersebut 234 pemilih. Yang hadir memberikan suara 232 pemilih dan sesuai juga tertulis di lampiran C7 absen hadir.

“Ketimpangan yang pertama muncul adalah partisipasi pemilih yang begitu tinggi di luar kelaziman,” ungkap Yogi rilis yang terima media ini, Jumat (3/5/2019).

Bahkan beberapa tanda tangan yang tertulis kalimat ACC. Kan bisa jika pemilih tidak bisa bertanda tangan dapat dilakukan dengan sidik jari. Yang kedua adalah setelah di lakukan penelusuran di lapangan beberapa orang tersebut di duga tidak ada saat pencoblosan.

“Ada yang lagi di luar daerah bekerja tapi dilapor hadir memilih oleh KPPS melalui pembuktian tanda tangan di C7,” jelas Yogi.

Hal inilah yang kita anggap sebagai bentuk manipulasi suara oleh KPPS sehingga kita melaporkan hal ini sebagai bentuk keprihatinan.

“Oleh sebab itu kita berharap Bawaslu luwu utara tidak menutup mata terhadap laporan ini dan membongkar persoalan tersebut,” jelas tegasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Luwu Utara, Muhajirin, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Untuk saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pengkajian.

“Kita sudah panggil semua KPPSnya untuk dimintai keterangan. Serta alat bukti yang dilaporkan. Namun masih dalam proses,” ucap Muhajirin.

Saat ditanya apakah laporan tersebut memenuhi unsur pelanggaran pemilu. Muhajirin mengungkapkan belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses. “Kita tunggu saja beberapa hari kedepan,” kunci Muhajirin. (Rz)

Komentar