Survei Litbang Kompas : Hanya Enam Partai Lolos ke DPR

Sabtu , 23 Maret 2019 11:07

INPUTSULSEL.com — Hasil survei Litbang Kompas 22 Februari-5 Maret menunjukkan mengenai elektabilitas partai-partai politik dalam menghadapi pemilihan legislatif. Hasilnya, hanya enam partai yang mereka prediksi lolos ke DPR, karena memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar empat persen.

Dikutip dari Harian Kompas, Kamis 21 Maret 2019, enam partai tersebut antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 26,9 persen, Partai Gerindra 17 persen, Partai Golkar 9,4 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,8 persen, Partai Demokrat 4,6 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,5 persen.

Sementara, 10 partai lainnya tidak lolos, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) 2,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,7 persen, Partai Nasdem 2,6 persen, Partai Hanura 0,9 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,4 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,2 persen. Kemudian, partai-partai baru seperti Perindo 1,5 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,9 persen, Partai Berkarya 0,5 persen, dan Partai Garuda 0,2 persen.

Kendati demikian, apabila ditambah dengan tingkat margin of error +/- 2,2 persen, masih ada beberapa parpol mempunyai peluang lolos ke Senayan.

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, mengatakan bahwa tampilnya PDIP dan Partai Gerindra sebagai dua partai yang mendapatkan elektabilitas tertinggi, karena mendapatkan efek ekor jas dari capres yang mereka usung.

“Seperti diketahui bersama, Joko Widodo merupakan kader PDIP, sedangkan Prabowo Subianto adalam tokoh sentral di Partai Gerindra,” tulis Yohan Wahyu, dikutip dari harian kompas, Kamis (21/3/2019).

Sedangkan partai-partai lain, tidak seberuntung PDIP dan Gerindra. Karena itu, lanjut Yohan, mereka harus berpikir keras untuk mendapatkan insentif elektoral di pileg, saat mendukung pasangan calon di pilpres.

Survei tersebut digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara tatap muka terhadap 2.000 responden.

Responden dipilih secara acak sederhana, dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error penelitian ini sebesar +/- 2,2 persen dengan kondisi penarikan sampel acak sederhana. (*/Rz)

Komentar