Bawaslu Luwu Utara Mengaku Keliru Soal Penerimaan Pegawai Non PNS

Jumat , 22 Maret 2019 18:16

MASAMBA, INPUTSULSEL.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara mengaku keliru saat membuat pengumuman persyaratan perekrutan calon Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPNS) beberapa waktu lalu.

Salah satu persyaratan bagi calon peserta seleksi PPNPNS adalah berdomisili di wilayah kabupaten Luwu Utara.

Namun, terdapat 2 (dua) orang berdomisili di luar Luwu Utara, dari 8 (delapan) yang dinyatakan lulus diterima sebagai PPNPNS Bawaslu Luwu Utara.

Hal itu terungkap saat Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma-PP) Luwu Utara melakukan aksi protes terhadap hasil penguman hasil nama PPNPNS.

Menurut Ketua Bawaslu Luwu Utara, Muhajirin, pihaknya memang telah melakukan kekeliruan saat menyampaikan pengumuman terbuka seleksi PPNPNS Bawaslu.

“Awalnya ada memang pengumuman seperti itu (Domisili di Luwu Utara), tapi kemudian kami ralat karena melanggar juknis. Seharusnya berdomisili di seluruh wilayah rebupblik Indonesia,” ucapnya kepada Satma PP saat diterima di kantor Bawaslu Luwu Utara, Jum’at (22/3/2019).

“Kami harus akui telah melakukan kekeliruan. Jadi kami minta maaf. Sekaligus apa yang disampaikan Satma PP menjadi peringatan buat kami kedepan,” tambah Muhajirin.

Selain soal domisili calon pendaftar seleksi PPNPNS, juga terdapat kekeliruan lain. Ternyata ada batasan umur maksimal 35 tahun. Tetapi di pengumuman yang tertera hanya batas umur minimal, untuk umur maksimal tidak ditentukan.

Diketahui, pengumuman pendaftaran seleksi calon PPNPNS yang mempersyaratkan bagi calon harus berdomisili di Luwu Utara disampaikan oleh Bawaslu di papan pengumuman dan laman facebook Bawaslu Luwu Utara. (Rz)

Komentar