Melasti Hindu Dharma, Kapolres Luwu Utara Berpesan Hindari Isu SARA

Senin , 04 Maret 2019 22:40

LUWU UTARA, INPUTSULSEL.com — Ribuan umat Hindu Dharma Kabupaten Luwu Utara hadiri upacara Melasti di Pantai Indah Melasti Desa Poreang Kecamatan Tanalili, Senin (4/3/2019).

Upacara Melasti merupakan rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 mendatang.

Selain umat Hindu, juga dihadiri Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola, Plh Sekretaris Daerah Tafsil Saleh, Para Anggota DPRD Luwu Utara, Unsur Tripika Kecamatan Tanalili dan Para Tokoh Agama.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola, menyampaikan sebagaimana pesan suci perayaan Melasti dan Hari Nyepi, bahwa umat senantiasa menjaga diri, suci dalam dan luar diri.

Sehingga melalui kesempatan berbahagia ini, khususnya menghadapi Pemilu 2019 untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Hidup rukun antar umat beragama, bhineka tunggal ika. Hentikan menyebar ujaran kebencian dan hoaks.

“Utamanya di era modern ini, bagaimana menggunakan medsos secara sehat. Jangan ikut-ikutan menyebar berita hoaks,” ucapnya.

Yang paling utama harus dijaga, lanjut Kapolres, adalah menghindari isu SARA. Sebab apabila tentang suku, agama dan ras yang disinggung akan gampang sekali tersulut.

“Contoh, apabila ada yang melecehkan agama kita, pasti akan cepat terpancing. Begitu pula suku dan ras. Jika ada kabar di medsos seperti itu lebih baik dihapus atau laporkan. Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” pesan Kapolres Boy.

Sebelumnya, Wakil Ketua PHDI Sulsel, Drs Made, juga menyampaikan Melasti bertujuan untuk mensucikan diri, melenyapkan segala penderitaan, mengambil kesucian diri ditengah samudra. Karena samudra adalah lambang kehidupan.

“Sehingga mari kita jaga kedamaian. Berhati-hati dalam menggunakan medsos. Jangan ikut menyebar kebencian, khususnya menghadapi pemilu,” ucapnya. (Rz)

Komentar