Karyawan Pembangunan Turbin Bawa Kabur Gadis Rongkong

Rabu , 08 Agustus 2018 15:14 - Penulis : | Editor : Rizal
Ilustrasi
Ilustrasi

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Seorang gadis belia sebut saja Syantik (17) asal Desa Kanandede Kecamatan Rongkong Luwu Utara menghilang sejak tiga hari lalu tanpa diketahui keberadaannya.

Diketahui, Ia pergi bersama seorang pemuda yang baru Ia kenal, merupakan karyawan pembangunan turbin PLTMH Kecamatan Rongkong Luwu Utara, bernama Levi Masarrang (30) warga Makassar, tanpa izin dari orang tuanya.

Atas tindakan tersebut orang tua korban Faisal Pasalo (39) terpaksa melaporkan ke Sentra Pelayanan  Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Luwu Utara, sekitar pukul 09.07 Wita. Dengan laporan polisi No.LPB/171/VIII/2018/SPKT Polres Luwu Utara, Selasa kemarin (7/8/2018).

“Syantik diketahui pergi bersama Levi Masarrang oleh tetangganya Santiani (27) yang juga warga Desa Kanandede,” cerita Kasat Reskrim Polres Luwu Utara Iptu H. Syamsul Rijal, berdasarkan keterangan orang tua, Rabu (8/8/2018).

Adapun kronoligis peristiwa tersebut berawal saat Levi Masarrang membangun turbin PLTA di kecamatan limbong, disitulah keduanya saling kenal dengan Syantik.

Setelah pembangunan turbin PLTMH selesai, tanpa diketahui orang tua korban, pelaku Levi langsung membawa Syantik kabur hingga saat ini belum diketahui dimana keberadaan Syantik anaknya.

Atas laporan orang tua korban, pelaku akan dijerat Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara junto pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)

Komentar