Bersama 12 Kepala Daerah di Indonesia, Bupati Indah Lapor Gratifikasi ke KPK

Jumat , 04 Mei 2018 08:04 - Penulis : | Editor : Rani
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. FT: RN
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. FT: RN

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani tercatat sebagai salah satu kepala daerah yang lapor gratifikasi ke KPK.

Dilansir dari laman detik.com, sepanjang tahun 2018 yang baru berjalan kurang lebih 4 bulan ini, KPK menerima berbagai laporan gratifikasi dari kepala daerah. Dari ratusan kepala daerah di Indonesia, ternyata hanya 13 orang saja yang melapor ke KPK.

“Total 34 pelaporan dari 13 kepala daerah tersebut,” ujar Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Kamis (3/5/2018).

Siapa saja 13 orang itu? Berikut daftarnya (daftar bukan berdasarkan peringkat):

– Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno
– Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
– Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil
– Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani
– Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo
– Bupati Bulukumba, A M Sukri Andi Sapperwali
– Wali Kota Batam, Muhammad Rudi
– Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase (laporan penolakan)
– Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur
– Wakil Bupati Tanah, Datar Irdinansyah Tarmizi
– Bupati Bungo, Mashuri
– Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana
– Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. (*)

Komentar