Indah Putri Sebut Kakao Adalah Harga Diri Luwu Utara

Jumat , 13 April 2018 20:38 - Penulis : Titto | Editor : Rani
FGD. FT: IST
FGD. FT: IST

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Demi mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditi unggulan kakao dalam pertumbuhan ekonomi kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Bappeda Luwu Utara bekerjasama dengan Bank Indonesia melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) di Aula Bappeda Luwu Utara, Jum’at (13/04/2018).

Kepala Bappeda Luwu Utara, Rusydi Rasyid, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini berlangsung sejak kemarin di kebun kakao Desa Batu Alang.

“Adapun peserta FGD yaitu dari kelompok tani kakao, gapoktan, kepala desa dan forum fomakara. Sementara narasumber dari direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel , Dinas Perkebunan, Unhas Makassar, BMKG, dan PT. Mars,” singkat Rusydi.

Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani katakan bahwa dua komoditi unggulan di Luwu Utara tak boleh hilang yaitu sagu dan kakao.

“Karena kakao merupakan harga diri kita,
jayakan, lestarikan komiditi kakao di Luwu Utara sehingga harga diri kita kembali bukan hanya terbanyak tapi terbaik di Indonesia,” tutur Indah.

Untuk diketahui luas tanaman kakao mencapai 39.410 hektare dengan rata-rata produktivitas 990 kilogram per hektare dalam setahun. (*)

Komentar