Guru Honor di Luwu Utara Adukan Nasibnya ke NH, Begini Jawabannya

Jumat , 13 April 2018 19:19 - Penulis : | Editor : Rizal
Calon Gubernur Sulsel Nomor urut Satu,  Nurdin Halid saat bedialog dengan masyarakat Luwu Utara. (Foto: Rizal)
Calon Gubernur Sulsel Nomor urut Satu, Nurdin Halid saat bedialog dengan masyarakat Luwu Utara. (Foto: Rizal)

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Salah seorang guru honorer asal Luwu Utara adukan nasib kepada Pasangan Calon Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid dan Azis Qahar (NH-Azis) saat kampanye dialogis di Lapangan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara, Jumat 13 April 18.

“Jika bapak terpilih jadi Gubernur, apakah bapak bersedia memperjuangkan nasib kami sebagai honorer,” ucap seorang perempuan yang mengaku guru honorer di hadapan Nurdin Halid (NH).

Sebagai calon gubernur Nurdin Halid langsung merespon dan mengumumkan jika persoalan Honorer ini menjadi salah satu prioritas mereka ketika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

“Guru Honorer, Perawat Honorer,dan pegawai Honorer akan saya perjuangkan diangkat sebagai PNS, jika nantinya saya terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Selatan,” Kata Nurdin Halid dihadapan pendukungnya.

Namun memang lanjut NH, kewenangan mengangkat Honorer menjadi PNS bukanlah kewenangan provinsi namun kewenangan pusat. Akan tetapi dirinya akan memperjuangkan hak Honorer kepada pemerintah pusat untuk diangkat sebagai PNS.

Jika terbentur pada penempatan atau kemampuan negara membiayai pengangkatan tenaga honorer, maka solusinya adalah memberikan insentif kepada honorer minimal sesuai standar.

“Kasihan memang kalau hanya digaji Rp. 250 ribu. Kalau kami terpilih, Insha Allah pendapatan honorer akan ditingkatkan sesuai standar atau diatas Rp. 1 juta,” terang calon gubernur nomor urut satu. (*)

Komentar