Tersinggung Kena Percikan Air, Pemuda Pandak Ini Tusuk Orang Dengan Badik

Rabu , 11 April 2018 23:15 - Penulis : | Editor : Rizal
Salah seorang pelaku penikaman yang tangkap Polisi. (foto: ist)
Salah seorang pelaku penikaman yang tangkap Polisi. (foto: ist)

INPUTSULSEL.com, MASAMBA — Kalaba, pemuda asal Desa Pandak Kecamatan Masamba bersama temannya menghujamkan badiknya kepada dua orang yakni Maulu dan Thamrin hanya karena terkena percikan air di jalan.

Informasi yang dihimpun, berawal dari pelaku Kalaba, bersama temannya, Rabu (11/4/2018) merasa tersinggung saat melewati jalan lingkar Kelurahan Baliase, ada yang menyiram jalanan dengan air untuk mengurangi debu namun terkena percikannya.

Saat itu, Iwan yang melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi berdebu di depan kantor PT Brantas Abipraya. Saat Kalaba dan kawanya lewat merasa terkena percikan kemudian tersinggung sehingga menggertak Iwan.

Setalah adu mulut antara Iwan dan Kalaba adu mulut, datanglah Thamrin (24) untuk melerai dan menyuruh Kalaba pulang bersama temamnya.

Namun justru hal lain yang diterima Thamrin, justeru Kalaba dan temannya melempar menggunakan batu, sehingga mereka berdua mengamankan diri kedalam pagar milik PT Brantas.

Beberapa menit kemudian, Kalaba dan temannya masih menunggu dipagar menantang mereka yang ada didalam lingkungan pagar PT Brantas.

Saat Thamrin keluar, Kalaba dan temannya melempar Thamrin hingga mengenai kepala, dada dan kaki. Kemudian salah seorang teman Kalaba menghujamkan badiknya hingga mengenai bagian paha. Tiba-tiba datanglah Maulu, mencoba melerai namun Ia juga harus menerima tusukan badik mengenai pergelangan tangan kiri.

Dari peristiwa tersebut Polres Luwu Utara yang menerima informasi langsung mendatangi TKP dan mengamankan Kalaba dan kelima orang temannya.

“Kita sudah amankan pelakunya sebanyak 6 orang di Mako Polres Luwu Utara. Untuk kita proses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” kata Kaur Bin Ops Reskrim Polres Luwu Utara, IPDA Hery Mz, Rabu (11/4/2018).

“Seharusnya masalah sepele seperti itu tidak usah diperpanjang. Kami dari kepolisian berharap segalanya harus dengan kepala dingin menyelesaikan persoalan,” pesan Hery MZ.

Diketahui Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola langsung melakukan koordinasi dengan Lurah Baliase, Kepala Desa Pandak dan Tokoh Masyarakat untuk menyelesaikan persoalan agar tidak terjadi lagi yang bisa melibatkan yang lainnya. (*)

Komentar