Bandara Andi Djemma Masamba Launching Jembatan Udara Kargo Perintis

Senin , 02 April 2018 18:36 - Penulis : | Editor : Rizal
Kepala Bandara Andi Djemma Masamba, Rasidin.
Kepala Bandara Andi Djemma Masamba, Rasidin.

INPUTSULSEL.com, MASAMBA — Bandar Udara (Bandara) Andi Djemma Masamba melaksanakan launching penerbangan perdana jembatan udara angkutan udara perintis kargo yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Sayhrul Yasin Limpo (SYL), Dirjen Angkutan Udara Ditjen Perhubungan RI, Maria Kristi Murni dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perhubungan RI, dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Senin 2 april 2018.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor Bandara Andi Djemma tersebut juga dilakukan penandatanganan penggunaan jembatan udara kargo antara pemerintah Kabupaten Luwu Utara, pihak Bandara Andi Djemma, Kementrian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

Gubernur SYL menyampaikan melalui kepemimpinan Indah hadir pemerintah untuk menemukan harapan-harapan dan kebutuhan bagi masyarakat Seko dan Rampi untuk esok dalam keseteraan kehidupan yang ada di seluruh Indonesia.

“Terimakasih kepada kementerian Perhubungan dan Kementerian yang sudah mewujudkan harapan Seko dan Rampi dengan adanya penerbangan kargo ini,” ucap Syahrul, Senin 2 April 2018.
Sementara Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menceritakan proses kargo ini. Tahun lalu telah mendapatkan angin surga tentang kargo ini tapi ternyata tidak jadi.

“Diakhir tahun lalu 2017 ada undangan ke Timika menghadiri sekaitan dengan jembatan kargo ini. Alhamdulillah kabar dari situ akhirnya jadi ini barang,” kata Indah.

Sebelumnya, Kepala Bandara Andi Djemma Masamba Rasidin, S.Kom menyampaikan melalui laporannya bahwa pengoperasian jembatan udara kargo dari dan ke rute Masamba – Seko – Rampi – Palu masing-masing 4 kali seminggu pergi pulang (PP).

“Menggunakan Jenis pesawat Karapan 208T, kapasitas angkut kargo 1.000 sampai 1.250 kilogram,” jelasnya.

“Bahkan untuk saat ini posisi barang di gudang kami sudah ada 10 ton, sementara di bandara seko dan rampi sudah ada 6,5 ton juga sudah siap diangkut,” tutup Rasidin. (*)

Komentar