Mantan Ketua Pemilar Tantang Cagub Dialog Soal Pemekaran Luwu Raya

Selasa , 20 Maret 2018 11:13 - Penulis : Ansar Gama | Editor : Rani
Muhammad Husein Adam. FT: IST
Muhammad Husein Adam. FT: IST

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Memasuki momentum Pemilihan Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawsi Selatan (2018) isu pemekaran Provinsi Luwu Raya kembali mencuat ke permukaan.

Seperti momen politik sebelumnya, isu Luwu Raya dan Daerah Otonom Baru (DOB) Luwu Tengah selalu menjadi senjata andalan kandidat guna meraup suara di Bumi Sawerigading.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Ideologi dan Politik KNPI Luwu Utara yang juga Mantan Ketua Pemilar, Muhammad Husein Adam mengaku miris melihat kondiai tersebut. Menurutnya, isu Luwu Raya selama ini hanyalah menjadi jualan politik belaka tanpa realisasi.

“Saat ini dua Putra terbaik asal Tana Luwu maju sebagai calon Wakil Gubernur SulSel, akan tetapi itu bukan jaminan bahwa akan mengeluarkan warga Tana Luwu dari segala lroblematikanya,” kata Adam, Selasa (20/3/2018).

Ia menyebutkan masyarakat Luwu Raya selama ini mendambakan Provinsi karena berbagai macam pertimbangan, diantaranya mengenai pemerataan pembangunan.

“Mengapa kami dari Tana Luwu menginginkan sebuah Provinsi? Jawabannya sangat simple bahwa keadilan dari aspek pembangunan daerah kami sangat tertinggal dari mata SulSel. Pendidikan kesehatan kami masih tertinggal dan hanya jadi bahan ekspoitasi dari janji manis politik hingga kini,” paparnya.

Kondisi itu sangat memprihatinkan, mengingat Tana Luwu menyumbang 60% PAD SulSel dari segi sumber daya alam.

“Kami bukan primordial atau rasisme tapi kami hanya butuh keadilan. Untuk mengeluarkan masyarakat Tana Luwu dari segala persoalannya adalah Provinsi Luwu Raya dan DOB Luwu Tengah,” ujarnya.

Ia memaparkan masyarakat Luwu Raya sudah bosan yang sudah puluhan tahun diberikan janji-janji politik palsu.

“Kami butuh sebuah kepastian dari setiap Calon Kandidat Gubernur dan Wakilnya, bukan hanya itu kami siap menantang dialog langsung serta membedah persoalan hingga lahir sebuah pokok masalah yang akan dilaksankan sebagai bagian dari resolusi konkrit yg serius membantu rakyat Luwu Raya,” tegasnya.

“Kita harus keluar dari pembodohan selama puluhan tahun ini,” tutup Adam. (*)

Komentar