Kebun Durian Bisa Bikin Kaya Raya ?

Minggu , 04 Maret 2018 14:01 - Penulis : Rizal Muthahhari | Editor :

INPUTSULSEL.com — Siapa yang tak suka buah yang satu ini, meski kulitnya tajam berduri tapi isinya lembut nan enak, itulah buah durian. Di Sulawesi Selatan buah musiman ini terkenal berasal dari tana Luwu. Termasuk Kabupaten Luwu Utara merupakan daerah penghasil buah durian yang cukup terkenal.

Kali ini Saya (inputsulsel.com) mendapat kesempatan untuk berkunjung ke salah satu kebun durian di Dusun Salu Karondang Desa Dandang Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara milik Haji Nasir.

Kala itu, Sabtu pagi (3/3/2018) Saya menerima telpon dari seorang sahabat bernama erwin mengajakku pergi makan durian di Dandang milik seorang teman. Sayapun tak berfikir panjang menunggu waktu mengiyakan ajakan tersebut walau kondisi tidak begitu fit untuk bepergian.

Melaju dari arah Masamba – Palopo, sesampai di Dusun Salu Karondang belok kanan ke jalan setapak menelusuri rabat beton yang hanya berdiameter sekitar dua meter menapaki tanjakan yang tidak terlalu terjal untuk dilalui mobil. Tak jauh dari jalan poros hanya berkisar 200 meter kita sudah sampai di gerbang kebun durian milik Haji Nasir.

Beberapa mobil yang sudah terparkir, kebun durian seolah seperti tempat wisata dikunjungi banyak orang. Sebuah pondok kecil disana kami berjumpa banyak kawan lama, ya mungkin ini sekaligus moment reunian Forum Komunikasi Pemuda Pemudi Sabbang (FKPPS) Tua.

Ada Staf Ahli Bupati Jumail Mappile dan Camat Sabbang Nuralim bersama teman lainnya memang telah lebih dulu berada di Lokasi. Mereka sepertinya belum menikmati durian karena yang terlihat rombongan masih asik dengan santapan makan siang makanan khas tana Luwu yakni Kapurung atau Pugalu. Saya dan Erwin tak ketinggalan harus ikut cicipi makanan favorit bagi orang Luwu.

Hmm moment yang ditunggu-tunggu datang juga, belah duren deh. Waow isinya lezat dengan daging yang sangat tebal berwarna kuning. Rasa yang tak ketinggalan, manisnya dengan bau khas durian yang memang disukai banyak orang.

Disela menikmati lezatnya buah durian sambil ngobrol dengan pemiliknya, Dia akrab disapa Haji Nasir oleh orang sekitar desa. Menurutnya luas kebun durian miliknya sekitar empat hektar lebih. “Hampir 500 pohon durian otong,” ucap Haji Nasir, Sabtu (3/3/2018).

Umur pohon durian ini variatif, ada yang sudah berumur 9 tahun dan ada yang baru 7 tahun. Semuanya sudah produktif berbuah. Menurut Haji Nasir keseluruhan tanaman durian miliknya sudah empat musim dilakukan panen.

“Alhamdulillah, musim ini kita sudah panen sekitar 20 ton lebih. Kalau dirupiahkan yaa sudah 300 juta rupiah lebih,” Paparnya.

Masih ada buah belakangan yang tersisa, masih bisa satu kali panen diperkirakan masih bisa terjual 50 juta hingga 70 juta.

“Wah fantastis juga ternyata hasil kebun durian ini,” gumamku dalam hati.

Dari penjelasannya lanjut Haji Nasir, kalkulasi harga buah durian musim ini untuk buah masak dihargai 20 ribu rupiah per kilogram dan buah yang masih mentah harganya 19 ribu rupiah per kilogram.

Mendengar cerita Haji Nasir mungkin sebagian besar masyarakat Luwu Utara yang memang sudah sangat akrab dengan tanaman durian, bagi yang punya lahan rasanya ingin menanam durian juga.

Salah seorang pegiat pertanian kehutanan sekaligus Penyuluh Kehutanan Lapangan (PKL) Sulsel, Hasim S.Hut mengatakan, secara umum pertanian itu sangat menjanjikan. Sehingga bagi setiap masyarakat jangan pernah membiarkan lahan miliknya tertidur, salah satunya bisa budidaya tanaman durian ontong.

“Coba kita liat bersama, Haji Nasir sudah berhasil. Ini harus jadi contoh. Jadi siapa bilang jadi petani itu tidak bisa kaya raya,” kata Hasim.

Lanjut Hasim, lahan pertanian apapun itu jika dikerjakan dengan serius dan sunguh-sunguh pasti akan bagus hasilnya. Apalagi Kabupaten Luwu Utara merupakan daerah yang memang sudah cukup subur sehingga banyak jenis tanaman yang cocok untuk ditanam.

“Selain durian, Kakao juga menjanjikan. Apalagi kalau kita lihat sekarang ini harga Kakao lumayan mahal,” ujar mantan PPL Luwu Utara ini.

Sementara, Jumail Mappile yang juga merupakan mantan Camat Sabbang mengaku setelah melihat dan mendengar hasil panen durian milik Haji Nasir mulai tertarik untuk memiliki kebun durian.

“Tapi memang harus serius, butuh semangat ini untuk punya tanaman kebun durian juga,” candanya sambil menikmati durian yang agak mengkal, istilah dalam bahasa daerah Luwu, Pelu’.

 

Sambil mengelilingi pohon durian yang tidak cukup tinggi itu, Udin anak Laki-laki Haji Nasir bercerita bahwa banyak orang yang sudah berkunjung ke kebun durian miliknya. Bahkan baru-baru ini Bupati Luwu Utara dan rombongan sudah berkunjung.

“Pak Kapolres juga sama teman-teman wartawan sudah pernah kesini,” ucapnya.

Rencananya kedepan lanjut Udin kebun durian ini akan dijadikan sebuah tempat wisata. “Mungkin namanya Wisata buah durian,” ungkap Udin, serius. Nantinya akan dibuatkan beberapa Gazebo di sela pohon durian tempat bersantai sambil menikmati buah durian.

Tak terasa waktu sudah agak sore, saat wawancara dengan pemiliknya, saya keenakan juga mengunyah durian pelu’ hingga perut sudah terasa kenyang.

Okey guys next time kita akan berkunjung lagi ke kebun milik Haji Nasir jika ada panggilan selanjutnya. Namun pesan mendalam bagi siapa saja yang berkunjung untuk juga menanam durian jika punya lahan yang tidak produktif. (*)

Komentar