Meski Banjir, Proses Belajar Mengajar SDN 160 Landung Dou Malbar Tetap Berjalan

Rabu , 24 Mei 2017 13:32 - Penulis : Titto | Editor : Rani
Potret Proses belajar mengajar di SDN 160 Landung Dou Malbar saat banjir. FT: Titto
Potret Proses belajar mengajar di SDN 160 Landung Dou Malbar saat banjir. FT: Titto

INPUTSULSEL.com, MALANGKE BARAT – Akibat tanggul jebol sepanjang 20 Meter di tepi sungai, SDN 160 Landung Dou Kecamatan Malangke Barat (Malbar) terendam banjir.

Hal tersebut membuat Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Luwu Utara, Muhammad Azis bersama rombongannya berkunjung ke sekolah untuk memantau proses pembelajaran.

“Turut prihatin atas kejadian ini, meski begitu kami hadir untuk memberikan motivasi kepada guru dan kepala sekolah agar tetap melaksanakan tugas sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik,” ungkap Azis.

Sekretaris Disdik Luwu Utara, Muhammad Azis (topi hitam) bersama rombongan saat memantau langsung di SDN 160 Landung Dou, Malbar.

Sekretaris Disdik Luwu Utara, Muhammad Azis (topi hitam) bersama rombongan saat memantau langsung di SDN 160 Landung Dou, Malbar.

Tiap banjir melanda, siswa belajar di teras sekolah.

“Sekolah ini memiliki siswa sebanyak 150 orang dan terdapat 7 ruang kelas belajar (rombel). Setiap banjir siswa belajar di teras sekolah SMP 6 Malangke yang ada di depan sekolah SDN 150 Landung Dou, itupun juga terendam air di bagian lapangannya,” papar Nurhana, Kepala SDN 160 Landung Dou Malbar.

Sementara itu, Kepala Dusun Rakki-Rakki Desa Wara Kecamatan Malbar, Karim, mengatakan, pemerintah desa tengah mengurus lahan untuk pembangunan tanggul di sungai tersebut.

“Saat ini pemerintah desa sudah mengurus surat hibah lahan untuk pembangunan tanggul, kiranya pemerintah dapat mengerjakannya dengan cepat setelah surat hibah ini diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” tutupnya. (*)

Komentar