Momentum Hari Agraria Warga Ini Somasi BPN Palopo

Selasa , 27 September 2016 00:35

Bripka Aswan Saharuddin, SH (Kanit 1 Sat Intelkam Polres Lutra)  bersama,  AKP. A Mahdin Pat, SH (Kasat Intelkam Polres Lutra). (foto : ist)

Bripka Aswan Saharuddin, SH (Kanit 1 Sat Intelkam Polres Lutra) bersama, AKP. A Mahdin Pat, SH (Kasat Intelkam Polres Lutra). (foto : ist)

INPUTSULSEL.com, PALOPO — Melalui momentum peringatan hari agraria dan tata ruang nasional (Hantaru) salah seorang warga Kelurahan Sampoddo Kecamatan Wara memberikan kado spesial kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palopo. Namun kado spesial yang dihadiahkan kepada jajaran institusi Kementerian Agraria dan Tata Ruang itu berupa Somasi atas pengukuran tanah miliknya.

Dari keterangan yang diterima redaksi INPUTSULSEL.com bahwa melalui peringatan Hantaru yang jatuh pada tanggal 24 September 2016, mengusung tema “Reforma Agraria dan Penataan Ruang yang Berkeadilan”. Maka pihaknya meminta keadilan kepada BPN Palopo atas pengukuran yang dilakukan atas tanah milik Hj Jasnia, Jumat (23/09/2016) lalu.

“Pengukuran tersebut dilakukan untuk melihat luas dan penentuan batas objek tanah sengketa pasca eksekusi. Sementara tanah milik orang tua kami Hj. Jasnia tidak termasuk sebagai objek tanah sengketa maupun objek tanah eksekusi. Dan memiliki bukti alas hak yang sah berupa sertifikat hak milik sejak tahun 2008 an. Hj. Jasnia. Tapi tetap saja dilakukan pengukuran,” jelas Aswan Sahruddin, anak bungsu Hj Jasnia, Senin (26/09/2016).

Lanjut Aswan Sahruddin, atas nama yang melakukan Somasi kepada BPN Palopo, menegaskan bahwa Somasi ini dilakukan untuk dan atas nama orang tua yang memiliki alas hak yang sah atas jaminan hukum dan aturan perundang-undangan yang mengikat.

“Dengan berdasar pada alat bukti kuat dan fakta hukum yang jelas untuk mempertahankan hak. Kami akan melawan segala bentuk upaya atau tindakan melawan hukum yang terkesan semena-mena dan mengarah pada upaya perampasan hak yang sah dan berdasar,” tegas anggota Polres Luwu Utara (Lutra) ini yang akrab disapa Aswan Raharja.

Untuk itu, sambung Kanit 1 Intelkam Polres Lutra ini, sebagai warga negara yang taat hukum, menghormati hukum dan sedikit paham tentang hukum, serta bagian dari penegak hukum, maka sudah sepatutnya untuk tidak melakukan pembiaran terhadap segala tindakan melawan hukum.

“Dengan prinsip berani karena benar dan meyakini kebenaran, bukan membenarkan keyakinan. Kami ajukan Somasi itu, yang menyajikan data dan fakta yuridis. Semoga melalui momentum Hari Agraria ini kejelasan kebenaran atas hak kami disampaikan dengan sebenar-benarnya,” pungkas Aswan Raharja.

 

 

Penulis / Editor : Ari

Komentar