Kasi Kurikulum Minta Semua Sekolah Transparan Mengelola Dana BOS

Sabtu , 24 September 2016 00:54

Kepala Seksi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan Lutra, Suharto (foto; ist)

Kepala Seksi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan Lutra, Suharto (foto; ist)

INPUTSULSEL.com, LUWU UTARA — Salah satu pejabat eselon IV yang dapat promosi adalah Suharto, yang sebelumnya adalah seorang Guru di SDN 089 Masamba kemudian dipromosi menjadi Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Kurikulum & Evaluasi Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara.

Suharto yang akrab disapa Atto saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (23/9), mengatakan berupaya langsung merespon cepat himbauan Bupati pada saat sambutan pelantikan yaitu kerja cepat dan kerja nyata. Ada beberapa program unggulan yang selama ini dianggap perlu dievaluasi dan ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan.

“Misalnya perilaku beberapa oknum kepala sekolah yang kurang maksimal dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Banyaknya laporan guru-guru, tidak pernah mengetahui apa saja yang dibelanjakan dari dana BOS di sekolah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dalam pengelolaan dana BOS harus terbuka dan melibatkan semua pihak, agar nantinya tidak ada lagi pertanyaan tentang kemana saja dana tersebut dibelanjakan. Oleh karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisas tata cara pengelolaan dana BOS.

“Penggunaan dana BOS harus diketahui oleh guru dan komite, bukan hanya kepala sekolah dan bendahara saja yang wajib tau apa yang akan dibelanjakan. Jadi saya mengharapkan setelah sosialisasi nantinya tidak adalagi kepala sekolah yang tidak melakukan transparansi terhadap guru dan juga masyarakat,” tegas Atto.

“Setiap rapat bulanan kepsek melalui bendaharanya wajib melaporkan. Sehingga pada saat pelaporan guru bisa membantu untuk menyusun jangan nanti pada saat pencairan baru mau dibelanjakan akhirnya susah untuk dilaporkan,” ujarnya

Lanjut mantan guru berprestasi Tingkat Nasional ini, selain ingin merubah maindset kepala sekolah yang akan menjadi skala prioritas, pihaknya juga ingin menjadikan kompetisi siswa yang selama ini kurang mendapatkan perhatian untuk direformasi.

“Banyak kompetisi siswa yang telah kita ikuti, namun jarang sekali kita mendengar siswa Luwu Utara lolos ke tingkat Nasional. Saya yakin bukan karena tidak ada anak-anak kita yang cerdas, hanya saja mungkin tidak dipersiapkan dari awal,” pungkas Suharto.

 

 
Reporter : Ansar Gama | Editor : Ari

Komentar