Pemkab Lutra Kembali Lakukan Mutasi, 108 Kepsek Bergeser

Senin , 08 Agustus 2016 17:02

Penyerahan SK Kepala Sekolah dan Penandatanganan Pakta Integritas oleh Wakil Bupati, thahar Rum (foto; Ansar / inputsulsel.com)

Penyerahan SK Kepala Sekolah dan Penandatanganan Pakta Integritas oleh Wakil Bupati, thahar Rum (foto; Ansar / inputsulsel.com)

INPUTSULSEL.com, LUTRA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) kembali melakukan mutasi terhadap 108 kepala sekolah dan 2 pengawas di 4 Kecataman. Yakni Kecamatan Sukamaju, Sabbang, dan Malangke, mutasi sendiri terdiri dari 83 kepala sekolah SD, 25 kepsek SMP dan 2 pengawas yang ditempatkan di Kecamatan Malangke dan Rongkong.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum, didampingi Sekretaris Daerah, Abdul Mahfud dan Kepala BKDD, FP Patuang, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara (Lutra) Jl Simpurusiang Kecamatan Masamba Lutra, Senin (8/8).

Wakil Bupati Lutra, Thahar Rum, dalam sambutanya mengatakan, bahwa mutasi kepala sekolah dan pengawas merupakan penyegaran karena banyak ditemukan kepala sekolah yang sudah 8 tahun menjabat dan menurut aturan sudah sudah harus diganti.

“Aturankan membatasi maksimal jadi kepala sekolah itu 8 tahun, jadi ini merupakan upaya penyegaran terhadap dunia pendidikan kita agar kedepanya bisa lebih baik lagi,” ucap Thahar.

Thahar juga menyampaikan agar kepala sekolah yang terpilih bisa mengemban tugas dengan baik dan mampu bekerja secara maksimal.

“Yang terpilih sebagai kepsek, menurut kacamata kami adalah yang terbaik, maka dari itu tunjukan kinerja dan integritas bapak ibu dalam mengemban amanah yang telah diberikan. Gunakan dana BOS sesuai dengan peruntukanya, karena 3 bulan kedepan kami akan melakukan evaluasi,” lanjut Thahar.

Sementara, anggota DPRD Lutra dari Komisi I, Sudirman Salomba, mengatakan bahwa mutasi kepala sekolah merupakan hak proregratif Bupati dan Wakil Bupati Lutra.

“Kita di DPR berharap agar mutasi kepala sekolah bisa mengikuti aturan permendiknas terkait pengangkatan kepala sekolah. Kalau tidak ada yang memenuhi syarat minimal mendekati kriteria yang di atur dalam permendiknas,” tandasnya.

Reporter : Ansar Gama

Komentar