PN Tetap Eksekusi, Warga Sampoddo Tak Gentar

Rabu , 18 Mei 2016 21:04

Ratusan Kepala Keluarga di Kelurahan Sampoddo dan Pungari mengaku tak gentar dan siap berkorban bila eksekusi lahan tetap dilaksanakan (foto: yudi/inputsulsel.com)

Ratusan Kepala Keluarga di Kelurahan Sampoddo dan Pungari mengaku tak gentar dan siap berkorban bila eksekusi lahan tetap dilaksanakan (foto: yudi/inputsulsel.com)

INPUTSULSEL.com, PALOPO — Pengadilan Negeri Kota Palopo bersama dengan Polres Kota Palopo, sudah sepakat untuk melakukan eksekusi terhadap lahan seluas 25 Hektar, yang berada di Kelurahan Sampoddo dan Purangi, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.

Rencananya, eksekusi itu telah dijadwalkan. Rabu, (25/5) dan juga akan melibatkan aparat TNI untuk memback up pelaksanaan ekseskusi lahan tersebut.

Hanya saja, rencana eksekusi yang sudah pernah mengalami penundaan itu, tidak membuat warga Kelurahan Sampoddo dan Purangi yang mengklaim sebagai pemilik tanah sengketa itu, tak gentar dan siap lakukan perlawanan hingga akhir.

Mereka masih tetap bertahan di atas lahan sengketa tersebut dan tidak akan pernah meninggalkan tanah yang diklaimnya sebagai warisan leluhur, sekalipun akan dilaksanakan penggusuran.

Bahkan, warga setempat mengaku siap korbankan nyawa sekalipun demi mempertahankan tanah yang mereka anggap sebagai tana warisan dari leluhur mereka.

Muhammad Akib, juru bicara warga Sampoddo dan Purangi yang akan mengalami penggusuran kepada INPUTSULSEL.com mengatakan, jika pihaknya bersama ratusan bantuan solidaritas yang turut prihatin dengan warga akan terus bertahan.
Jika benar pihak Pengadilan Negeri tetap ngotot melakukan eksekusi terhadap tanah mereka maka pihaknya akan melakukan perlawanan, bahkan mengancam, siap mati ditanah mereka jika eksekusi benar dilakukan.

”Kami mengimbau seluruh keluarga besar dan masyarakat yang turut prihatin, agar tidak bertindak anarkis dan melanggar hukum. Tetapi kalau ada eksekusi, maka saya katakan disini, akan terjadi perlawan. Sudah ratusan tahun nenek moyang kami mendiami tanah ini, kami tidak akan mundur sedikitpun,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada aparat Kepolisian dan TNI agar bersikap profesional dan netral dalam menyikapi persoalan yang menimpa sekitar 120 Kepala Keluarga di Sampoddo dan Purangi tersebut. Itu sangat penting menurutnya untuk menghindari-hal-hal yang tidak diinginkan.

”Harus pertimbangkan dampak sosial dan aspek kemanusiaan juga. Sehingga Polres Palopo dan TNI harapkan bersikap profesional,” harapnya.

Reporter: Wahyudi Yunus

Komentar