Diduga Serobot Tanah Adat, PT Vale Didemo Masyarakat Adat

Senin , 22 Februari 2016 18:56

IMG_20160222_185221
SOROWAKO,INPUTSULSEL.COM — Ratusan masyarakat adat Luwu Timur menggelar aksi unjuk rasa di jalur tambang milik PT.Vale indonesia. Mereka menuntut pihak perusahaan mengembalikan tanah adat milik masyarakat setempat. Dalam aksinya mereka memblokade jalan serta melakukan swiping terhadap karyawan yang melintasi blokade massa.

Mereka menutut agar pihak PT.Vale tidak mengganggu tanah adat yang kini dikelolah oleh warga setempat, karena tanah ini merupakan tanah adat yang tidak termasuk dalam konsesi perusahaan tambang nickel tersebut. Mereka juga menutut pihak perusahaan agar memberdayakan masyarakat lokal serta mengganti rugi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pertambangan.

Mereka yang tergabung dalam anak suku masyarakat adat ini, diantaranya anak suku weula, padoe, karunsie, pekaloa, turea, beau, timampu, tambee, serta anak suku loeha. Yang tersebar ditiga kecamatan wilayah konsesi PT.Vale Indonesia.

“Pihak perusahaan telah merampas hak kami. Sebenarnya tanah adat ini tidak masuk kedalam wilayah kosesi perusahaan. Sehingga kami menuntut agar PT. Vale segera membrin ganti rugi. Selain itu kami juga menuntut agar PT. Vale memberdayakan masyarakat lokal,” seru salah seorang pengunjuk rasa.

Aksi unjuk rasa ratusan masyarakat yang mendapat pengawalan ketat ratusan aparat TNI Polri, usai memblokir jalan dengan membakar ban bekas diatas badan jalan. Akhirnya membubarkan diri secara tertib dan berencana akan melanjutkan aksi dengan massa yang lebih besar besok.

 

Reporter : Amir

Editor : Ari

Komentar