Ketua HKTI Pemuda Tani Sulsel Menyebut Kakao Lutra, EMAS COKLAT

Selasa , 12 Januari 2016 10:52

Ketua HKTI Pemuda Tani Sulsel, Bahtiar Manadjeng

Ketua HKTI Pemuda Tani Sulsel, Bahtiar Manadjeng

MAKASSAR, INPUTSULSEL.COM — Dari data Pemerintah Kabupaten Luwu Utara produksi kako sejak tahun 2010 mengalami penurunan produksi namun dimulai sejak tahun 2015 lalu kakao kembali diminati oleh para petani. Ditahun 2010 lalu luas aral perkebunan 56.277,69 Ha dan pada tahun 2014 menurun menjadi 34.252,4 Ha. Sementara ditahun 2015 lalu kembali mengalami kenaikan.

Ketua HKTI Pemuda Tani Sulawesi Selatan, Bahtiar Manadjeng, mengungkapkan bahwa Kakao saat ini adalah komoditi di Lutra yg paling mengunguntungkan. Bahkan menyebutnya sebagai “EMAS COKLAT”. Jika petani punya lahan 1 Ha maka mereka bisa produksi 3-4 ton Ha per tahun. Artinya bisa menghasilkan Rp.114juta sampai Rp.152juta (asumsi harga biji kakao kering Rp.38.000/kg).

“Bagimana jika petani memiliki lahan 2 ha kebun kakao, mereka bisa memperoleh pendapatan sampai Rp.304juta/tahun, Fantastis bukan,” ungkapnya, Selasa (12/1/2016).

Menurutnya Kakao di Lutra akan kembali bangkit karena harga komoditi ini beberapa tahun terakhir cenderung stabil bahkan terus mengalami peningkatan sehingga petani sangat bergairah mengembangkan kembali kakao. Selain itu saat ini kita sudah menemukan klon unggul lokal (murni dari petani Luwu Utara) yang sekarang sudah diakui nasional yaitu klon 45 dan klon M01 yang masing-masing diberi nama oleh Pemerintah menjadi MCC-02 dan MCC-01

“Tapi ini juga sangat tergantung support pemerintahan terpilih untuk 5 tahun kedepan, walaupun skrg banyak support program dari pemerintah pusat namun keberhasilannya sangat ditentukan pemerintah daerah,” terang Bahtiar.

Ia Menambahkan, Mungkin kedepan diperlukan “cocoa task force” di Lutra khusus untuk mendorong pembangunan kakao ini dibawah bendera Perusahaan Daerah (Perusda). Jadi kedepan kita tidak hanya fokus dalam proses on farm (budidaya) tetapi juga harus dikembangkan lebih fokus kearah off farm (pasca panen) terutama dalam proses pengolahan (barang setengah jadi dan atau barang jadi) dan sektor pemasaran apalagi dalam era MEA saat ini, Pasti sangat menguntungkan untuk petani dan pemerintah.

 

Penulis / Editor : Ari

Komentar